Covid-19 Jungkirbalik Peradaban dan Tatanan Sosial

0

Wabah Covid-19 telah menjungkirbalikkan peradaban sekaligus tatanan sosial di masyarakat. Sebelumnya, kita disuruh membangun solidaritas sosial dengan cara banyak bercengkrama dan bergaul antar individu, kini justru habit itu menjadi tindakan “haram”, masyarakat malah dianjurkan harus saling menjauh alias menjaga jarak.

Dulu kita dianjurkan saling memupuk sikap saling percaya, kini dengan wabah Covid-19 masyarakat malah dianjurkan untuk saling curiga dan mencurigai antar individu. Dulu kita  dianjurkan untuk menjauhi sikap tidak berperikemanusiaan, dengan wabah Covid-19 ini justru muncul alasan pembenar untuk menolak pemakaman warga dan melakukan pengucilan sosial yang sangat tak beradab pada orang lain, dengan menggunakan tuduhan virus ini.

Fenomena ini akan menjadi diskursus keilmuan bagi kalangan intelektual sosial dan moral untuk menjelaskan secara akademis, pradoks sosial ini. Tidak saja menjungkirbalikkan tatanan sosial, pandemi Covid-19 telah mengubah peradaban hidup orang Indonesia, dari peradaban “sekunder primitif” ke peradaban “primer modern” berbasis sains dan teknologi.

Masyarakat Indonesia selama ini dikenal sebagai masyarakat “kurang disiplin” dan sering mengabaikan aspek gerakan hidup sehat. Sehingga kurang begitu mengenalbudaya cuci tangan, menggunakan masker, dan sarung tangan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Kebiasaan di atas, hanya familiar dalam peradaban orang-orang yang berkecimpung di dunia kesehatan dan perusahaan multinasional atau paling tidak yg sudah berstandar ISO.  Dengan munculnya pandemi Covid-19, kita menyaksikan adanya kebiasaan baru pada masyarakat kita, semua orang menyadari menggunakan masker dan cuci tangan. Bahkan, hampir setiap fasilitas publik menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan virus.

Harapan terbesar kita semoga wabah Covid-19 ini menjadi titik balik peradaban menuju gelombang peradaban  zaman renaissance kedua. Dimana pasca wabah Covid-19, masyarakat Indonesia memiliki peradaban baru tentang hidup sehat dan  disiplin atau meminjam istilah saat ini, membumikan Germas dalam habit bangsa

 

Penulis merupakan Dosen UMB, Ketua Program Studi PPKn

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.