Enumerator Survei Kinerja dan Akuntabilitas KKBPK Bengkulu, Siap Jadi yang Terbaik

0

BENGKULU, terupdate.id – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu mulai melatih enumerator survei kinerja dan akuntabilitas program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Pelatihan ini sudah dimulai dari 22 April lalu dan nanti akan selesai pada tanggal 5 Mei yang diakhiri dengan praktik lapangan selama 2 hari.

Ketua Pelaksana, Ferry, secara singkat menjelaskan, enumerator adalah petugas pengumpul data, tugasnya mengumpulkan data dari masyarakat terkait program KKBPK secara akurat.

Enumerator didampingi supervisor yang ikut mengawasi saat terjun ke lapangan. Hasilnya, akan dilaporkan oleh fasilitator ke pusat, sebagai pertimbangan penentu kebijakan di pemerintah.

Enumerator mewawancarai warga saat latihan praktik lapangan

“Kami menurunkan 22 enumerator. Seluruh enumerator ini akan mengumpulkan data ke 43 klaster (desa/RT) di seluruh kabupaten/kota. Jadi bila dirata-ratakan, 1 enum itu 2 klaster,” ungkapnya.

Tim survei BKKBN Bengkulu yang berasal dari perguruan tinggi ini menempati urutan enam tercepat nasional pada tahun 2017. Maka itu, dengan pelatihan singkat yakni 14 hari yang dimulai dari 22 April sampai 5 Mei nanti, ia harapkan, semoga seluruh enumerator dapat maksimal mengumpulkan data nantinya dan siap menempati posisi lima besar sebagai tim survei kinerja dan akuntabilitas tercepat.

Fasilitator dari Perguruan Tinggi, Yusran Fauzi, SSI, M.Kes, mengatakan, jadi jelas, enumerator harus mengumpulkan data dengan akurat jangan hanya cepat. Karena enumerator sebagai ujung tombaknya keberhasilan survei ini.

Enumerator saat memberikan souvenir kepada warga yang jadi nara sumber

Disampaikannya, survei ini menggunakan sistematyc random sampeling. Artinya tidak seluruh warga yang berada dalam klaster diwawancarai, tapi mengambil sampelnya saja.

Wawancara yang dilakukan enumerator, lanjutnya, seputar program KKBPK.

“Dalam rumah tangga nantinya terdapat 4 responden yaitu responden rumah tangga, keluarga, wanita usia subur dan remaja. Berapapun jumlah wanita subur dan usia remaja, itu yang kami wawancara,” katanya.

Dikatakan Yusran, dirinya memilih enumerator ini cukup selektif. Pastinya selain dengan standar administratif, juga dengan berbagai kapasitas yang menurutnya berkompeten.

Enumerator saat akan turun ke lapangan

“Tiga tahun ini kami melakukan survei menggunakan teknologi yakni handphone. Jadi, saya juga mengambil enumerator yang sudah pengalaman agar minim kendala,” pungkasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.